SELAMAT DATANG... DI - LPK INTAN SRUWENG KEBUMEN JAWA TENGAH
  • Lembaga
  • Kegiatan
  • Pemula
  • Hem
  • Celana
  • Rok
  • Blus Kebaya
  • Blazer
  • Jas
  • Bordir
  • Mitra LPK
  • Pasca Latihan
  • Rabu, 14 Agustus 2013

    MENGENAL BELAHAN BUSANA

    Belahan busana adalah bagian pakaian yang terbelah, berfungsi untuk membuka dan menutup pakaian tersebut. Belahan busana dapat berfungsi untuk hiasan dan variasi pada pakaian, karena pada belahan tersebut dilengkapi kancing atau resleting sebagai penutup belahan.

    Belahan busana umumnya terdapat pada bagian tengah depan, tengah belakang, ujung lengan atau di tempat-tempat lain pada pakaian. Belahan busana lazimnya disesuaikan dengan model busana atau desain. Macam-macam belahan secara garis besar adalah belahan langsung, belahan memakai lapisan, belahan kumai serong dan belahan tutup tarik.

    1. Belahan Langsung

    Belahan langsung yaitu belahan yang dibuat sejalan dengan bentuk pola bagian badan. Belahan ini pada umumnya dipakai pada blus, kemeja dan gaun. Letaknya ditengah depan atau ditengah belakang. Cara membuatnya:
    • Menggunting belahan dilebihkan 2 cm dari tengah depan dan langsung ditambahkan untuk lapisan belahan 5 cm. Lipatannya bisa kedalam, dan belahan ini lazim dipakai pada blus, gaun dan kemeja. 
    • Ada pula yang lipatan lapisan belahan ke arah luar, lalu dijahit dengan mesin sisi kiri dan kanan dengan hasil jadi sekitar 3 atau 4 cm. Belahan ini lazim dipakai pada belahan kemeja.

    2. Belahan Berlapis

    Belahan berlapis yaitu belahan yang dilapisi kain tambahan. Jenisnya ada beberapa macam antara lain: 
    • belahan satu lajur
    • belahan dua lajur
    • belahan kumai serong
    • belahan dilapis menurut bentuk
    Belahan dua lajur banyak dipakai pada belahan blus, baju kaos laki-laki, ujung lengan kemeja. Belahan dua lajur ini juga ada yang sama lebarnya dan ada pula yang tidak sama bentuk dan lebarnya.


    Cara menjahit belahan dua lajur yang sama lebarnya, misalnya belahan pada resleting baju wanita, blus dan rok, yang kiri kanan simetris. 
    • Tentukan tempat belahan, panjang belahan 10 cm, lebar setelah dijahit 2 cm 
    • Berilah tanda kampuh pada sekeliling lajur, ujung lajur ditipiskan. Letak lajur kanan pada sisi kanan dan lajur kiri pada sisi kiri. Sematkan 1 cm ke kiri dan ke kanan dari tempat yang akan digunting kemudian disetik dari luar ke dalam 
    • Gunting belahan 1 cm sebelum ujung belahan, buat guntingan menyudut atau segitiga. 
    • Lipat lajur bagian buruk menurut tanda yang telah ditentukan. 
    • Tepi lajur yang bertiras dibuat lipat kedalam. Semat dengan jahit kelim atau dijahit dengan mesin. 
    • Setik ujung belahan dengan mesin dari bagian baik, selesaikan ujung belahan bagian buruk dengan tusuk kelim.

    Cara menjahit belahan dua lajur yang tidak sama bentuk dan lebarnya, misalnya belahan manset ujung lengan kemeja pria. 
    • Lajur luar lebarnya 2 cm dan lajur dalam 1 cm. 
    • Belahan dibuat ditengah pola ujung lengan bagian belakang (sekitar 8 cm dari tepi). 
    • Guntinglah tempat belahan sepanjang belahan, Mendekati ujung belahan (sekitar 1 cm sebelum ujung belahan) buatlah guntingan menyudut. 
    • Letakkan lajur yang jatuh dalam bagian baik berhadapan dengan bagian buruk lengan, kemudian disetik sepanjang belahan. Belahan manset 15 cm dan bagian yang bisa terbelah membuka hanya 12 cm. 
    • Goreslah lajur yang letaknya di dalam, balik lajur ke muka yang baik. Sisi yang masih bertiras diberi lipatan dalam setengah centimeter, lalu disetik yang kedua kalinya tepat pada jahitan pertama. 
    • Letakkan lajur yang lebar pada muka baik berhadapan dengan muka buruk lengan. 
    • Lalu disetik sepanjang belahan dengan kampuh 0,5 cm. 
    • Balik lajur ke muka yang baik. Pada sisi yang masih bertiras dibuat lipat dalam selebar 0,5 cm, lalu disetik tepat pada jahitan pertama. 
    • Penyelesaian pada ujung belahan yang berbentuk runcing disetik terakhir dan diteruskan dengan garis batas panjang belahan. 
    • Perhatikan guntingan segi tiga dan ujung lajur kecil turut dijahit. Jahit ujung belahan dua kali dengan posisi melintang, jahitan ini berfungsi sebagai penguat.

    Belahan dengan Kumai Serong, misalnya pada tengah muka pakaian yang dibelah untuk membuat krah pada kaos maupun blus dan baju santai lainnya.
    • Sediakan kumai serong 2 lembar yang panjangnya sama dengan panjang belahan ditambah 2 cm untuk kampuh. 
    • Tentukan tempat belahan. Lebar lajur dilipat dua dan digores. 
    • Letakkan lipatan tersebut tepat pada tempat belahan, dengan posisi muka yang baik saling berhadapan dengan muka yang baik. 
    • Sematkan 0,5 cm bagian kiri dan kanan tempat belahan, lalu disetik dengan mesin. 
    • Gunting tepat pada belahan, dan sekitar 1 cm sebelum ujung belahan buatlah guntingan menyerong. Lipatkan lajur ke muka buruk, aturlah selebar 0,5 cm sehingga belahan tadi tertutup. Sisi lajur yang bertiras dibuat lipatan dalam dan dijelujur tepat pada jahitan pertama, lalu disetik dari muka yang baik. 
    • Lipat kecil pada ujung belahan, lalu dijahit dengan tusuk balut. 
    • Segi tiga pada ujung belahan disetik bersama dengan lajur. Ujung lajur yang bertiras diselesaikan dengan tusuk feston supaya kelihatan rapi
    • Tepat pada ujung belahan dibuat kuku belalang atau trens sebagai penguat. 


    Tidak ada komentar:

    Poskan Komentar